Figure Blog

Centralized Inventory: Apa Itu dan Bagaimana Mengelolanya untuk Usaha dan Gudangmu

11 Oct 2023

Manajemen inventori harus dilakukan seefisien dan seefektif mungkin. Kamu pastinya tidak mau menghadapi berbagai masalah seperti dead stock sampai inventory shortage.

Salah satu sistem yang memungkinkanmu melakukan hal tersebut adalah centralized inventory. Apa itu sistem centralized inventory dan bagaimana menjalankannya?

Apa itu Centralized Inventory?

Centralized inventory merujuk kepada setiap persediaan barang yang disimpan oleh usahamu di satu tempat atau lokasi saja. Artinya, semua persediaan barang yang kamu miliki kamu jadikan satu di satu lokasi.

Kalau kamu memiliki offline store atau online store, kamu ingin memastikan kehadiran centralized inventory kamu bisa dijangkau dengan mudah sehingga kamu bisa memenuhi pesanan pelanggan dengan cepat.

Beragam Kelebihan Centralized Inventory

1. Meningkatkan Efisiensi

Memiliki gudang yang terpusat berarti proses operasional dan manajemen inventori yang lebih efisien dan mudah diterapkan. Kamu bisa lakukan restock dan stock opname dengan lebih praktis.

Kamu bisa mengambil pesanan pelanggan dari gudang dalam waktu singkat. Data persediaan barangpun bisa lebih mudah dipantau, mempermudah komunikasi antarstaf.

2. Hemat Biaya

Memiliki satu gudang untuk semua persediaan barangmu artinya kamu tidak perlu mengeluarkan banyak modal untuk memiliki banyak gudang di berbagai lokasi. Kamu cukup fokus mengeluarkan biaya untuk maintenance dan penyimpanan persediaan barang di satu gudang saja.

Selain itu, karena datanya cenderung mudah dipantau, kamu bisa meminimalisir dead stock dan retur. Pada akhirnya, kerugian pun bisa kamu hindari.

Beragam Kekurangan Centralized Inventory

1. Kurang Fleksibel

Kalau usahamu adalah usaha yang ada di lebih dari 1 lokasi dan sering menghadapi perubahan tren dan permintaan, centralized inventory bukanlah pilihan yang tepat.

Kalau kamu hanya punya gudang di lokasi A namun terjadi lonjakan permintaan di lokasi B, kamu akan kesulitan memenuhi permintaan di lokasi B. Kalaupun bisa dilakukan dari lokasi A, waktu yang terbuang cukup banyak dan jarak yang jauh harus ditempuh.

2. Minim Cadangan

Umumnya, karena cenderung terpusat, usaha yang memiliki centralized inventory akan sulit untuk menghadapi lonjakan permintaan yang mendadak. Pasalnya, centralized inventory tidak punya banyak ruang untuk menampun cadangan persediaan barang atau safety stock.

Bila usahamu sering naik turun permintaannya, jangan gunakan centralized inventory.

Bagaimana Mengelola Centralized Inventory

1. Fokus Pada Keteraturan

Persediaan barang yang terpusat di satu tempat memang menjanjikan efisiensi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, itu tidak akan berarti kalau kamu tidak fokus mengelola persediaan barang dengan rapi dan terorganisir.

Kamu mesti bisa mengelola SKU, mengelompokkan barang, sampai mengatur layout gudangmu dengan teratur. Tip lainnya: Tempatkan persediaan barang yang best-selling di lokasi yang mudah dijangkau.

2. Gunakan Sistem Manajemen yang Tepat

Sistem centralized inventory juga akan sia-sia apabila kamu tidak memiliki tool yang tepat untuk mengelolanya. Pencatatan secara manual dan dengan spreadsheet akan sangat merepotkan dalam proses pemantauan dan pengubahan data ketika dibutuhkan.

Untuk itu, kamu membutuhkan tool manajemen inventori yang tepat seperti Onstock. Dengan laporan dan data yang tersaji dan tersimpan di satu tempat dan mudah diupdate, kamu bisa kelola centralized inventory kamu dengan kendali penuh!

Kesimpulan

Kalau kamu masih memiliki usaha di satu lokasi atau baru memulai usaha, centralized inventory akan jadi pilihan yang tepat.

Kamu tidak perlu pusing kelola persediaan barang saat mengelola usahamu atau tidak butuh banyak tool dan tenaga kerja.

Contact Us