Figure Blog

Metode Marketing Ini Bisa Pasarkan Produkmu dengan Efektif dan Hemat Biaya!

23 Mar 2021

Pemasaran atau iklan bisnis seringkali identik dengan brosur dan papan baliho yang masif dan bertebaran dimana-mana, memudahkan masyarakat untuk melihat dan mengetahui yang produk atau jasa yang ditawarkan oleh bisnis tersebut. Sayangnya, meski masih banyak dipakai, cara-cara seperti ini sudah mulai usang dan tidak lagi seefektif sebelumnya.

 

Namun, ada satu metode pemasaran yang, meski terkesan konvensional, masih dapat dipakai hingga saat ini bahkan hampir selalu relevan dengan zaman. Metode pemasaran ini tidak membutuhkan banyak usaha, apalagi biaya. Kita menyebut metode pemasaran ini word of mouth, alias pemasaran dari satu mulut ke mulut orang lain.

 

Pada dasarnya, word of mouth adalah sebuah metode pemasaran yang melibatkan orang-orang yang telah menggunakan suatu produk atau jasa tertentu untuk merekomendasikan produk atau jasa tersebut kepada orang lain, entah itu keluarga maupun temannya, untuk mencobanya. Dari sini, tumbuhlah suatu proses pertukaran pikiran terkait gambaran umum dan kualitas produk dan jasa tersebut. Demi melancarkan metode ini, pemasar produk perlu menciptakan trigger atau suatu hal yang mampu membuat orang-orang membicarakan produk atau jasa tersebut, atau bahkan membicarakan bisnis itu sendiri.

Sumber: medium.com

 

Seberapa Efektif Sih Word of Mouth Untuk Pemasaran?

Dalam satu survei yang dilakukan oleh Nielsen terhadap lebih dari 28 ribu pengguna Internet di 56 negara, didapatkan bahwa 92% dari pengguna Internet tersebut lebih percaya terhadap rekomendasi diri teman dan keluarga mereka dibandingkan dengan bentuk pemasaran dan iklan lainnya.

 

Fakta di atas menunjukkan kepada kita semua bahwa metode word of mouth atau informasi yang disebarluaskan dari mulut ke mulut, khususnya yang bersumber dari basis pelanggan yang setia, merupakan bentuk pemasaran yang efektif bagi bisnis. Jika seseorang menggunakan satu produk atau jasa yang baru, apapun tanggapannya, tentu akan dibagikan olehnya, dan ini akan menentukan trigger bagi orang yang diberikan informasinya untuk menggunakan atau tidak menggunakan produk atau jasa tersebut.

 

Lalu, Gimana Caranya Mulai Word of Mouth yang Efektif?

Word of Mouth yang efektif bisa kamu mulai dengan 3E, yang terdiri atas :

1. Experience

Experience berarti menyajikan pengalaman seunik dan sekhas mungkin kepada pelanggan, khususnya pelanggan baru. Tahap ini sangat berguna buat kamu yang baru memulai bisnis atau menjalankan bisnis kecil, sebab kamu dapat memberikan pelayanan dan pengalaman yang lebih personal dan dekat dengan pelangganmu.

2. Entice

Ketika kamu sukses menyajikan pengalaman yang unik, khas, dan personal dengan pelangganmu, para pelangganmu akan terkesan dan menjadi loyal dengan bisnismu. Maka dari itu, kamu perlu mempertahankan mereka dengan beragam cara yang membuat mereka tetap loyal dan tetap tertarik dengan bisnismu, seperti menyajikan informasi yang berguna lewat Instagram, membuat kartu member, memberikan diskon saat pelangganmu berulang tahun.

3. Engage

Engage berarti cara-cara yang diterapkan oleh bisnismu untuk tetap menjaga interaksi dan melibatkan pelangganmu dalam suatu hal dan aktivitas tertentu. Misalkan, membuat sesi QnA dan mengadakan event kecil-kecilan berupa workshop atau forum.

 

Berguru Pada Pinterest

Pinterest adalah layanan media sosial yang berfokus pada image sharing. Oleh para pendirinya, Pinterest dirancang sebagai katalog ide dan kreatif yang dapat memberikan inspirasi bagi pengguna melalui visual atau gambar. Konsep ini sejak awal memberikan pengalaman yang berbeda bagi penggunanya bila dibandingkan layanan media sosial atau layanan image sharing sejenis.

 

Sumber: Digital Information World

 

Oleh karena konsepnya yang khas dan unik, Pinterest memberikan sentuhan yang menyegarkan bagi media sosial berbasis visual dan gambar. Pinterest pun kemudian menyajikan beragam fitur menarik berupa pin it forward bagi pengguna yang ingin membagikan gambarnya ke pengguna lain dan boards bagi pengguna agar mereka bisa mengumpulkan ide dan visual dalam satu kategori tertentu. Fitur-fitur ini menjadi faktor yang menarik perhatian penggunanya dan membantu Pinterest menjaga loyalitas pengguna. Dampaknya, kini Pinterest bukan hanya eksis sebagai platform berbagi gambar, tetapi juga sebagai katalog bagi pekerja kreatif, katalog belanja, hingga katalog resep makanan.

 

Menariknya lagi, selama masa awal berdirinya, Ben Silbermann, sang pendiri, pernah menghubungi sekitar 5.000 pengguna Pinterest dan melaksanakan meeting dengan mereka guna mengumpulkan masukan, kritik, dan pendapat mereka demi mengembangkan Pinterest ke depannya.

 

Pinterest mengajarkan kita bahwa dengan memberikan experinece, melibatkan pengguna dalam proses bisnis, hingga menyajikan fitur-fitur menarik, kita bisa mengembangkan bisnis kita secara maksimal melalui word of mouth. Ini perlu dilakukan sedini mungkin, sehingga kamu bisa mendorong pertumbuhan bisnismu lebih baik dan pada akhirnya, bisnismu mulai menyentuh telinga dan perasaan tiap orang.

Contact Us