Menjual produk dalam jumlah banyak tentu jadi ladang uang yang menyenangkan buat para pemilik usaha. Tapi, kamu mesti berhati-hati dengan kondisi ini karena risiko overselling bisa meningkat dan bikin pelanggan tidak puas.
Kali ini, kamu akan lebih tahu banyak tentang overselling dan bagaimana penjualan yang berlebihan bisa saja merusak kepercayaan pelanggan terhadap usahamu.
Overselling adalah kondisi yang terjadi saat kamu menjual produkmu melebihi jumlah yang sedang kamu miliki di gudangmu. Kondisi ini juga bisa terjadi ketika kamu tetap menjual produkmu meskipun produkmu sudah habis.
Hal ini menjadi sangat berbahaya karena ekspektasi pelanggan terhadap usahamu bisa dengan mudah patah dan mereka akan berpikir dua kali ketika akan membeli produkmu lagi.
Penyebab utama dari overselling adalah data persediaan barang yang kurang up to date, membuatnya jadi tidak akurat dan bisa menciptakan kebingungan dalam manajemen persediaan barang.
Bila dirunut lebih jauh, data persediaan yang kurang up to date diakibatkan oleh kurang rutinnya inventory audit dalam usahamu sehingga data yang kamu miliki jadi kurang akurat.
Di sisi lain, ketiadaan sistem gudang yang sifatnya real time juga menjadi biang keladi dari overselling.
Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan audit secara berkala. Kamu bisa melakukan audit setiap hari, setiap 2 hari, atau setiap minggu.
Biasakan melakukan audit dengan jarak waktu yang singkat sehingga kamu bisa memperbarui data persediaan gudangmu dengan lebih rutin dan akurat.
Untuk menunjuang audit rutin yang kamu lakukan, kamu memerlukan 'tangan kanan' berupa sistem manajemen gudang yang memadai.
Kamu bisa pakai Onstock yang sistemnya real time sehingga mempermudahmu untuk mengetahui perubahan atau update jumlah persediaan barang dan melakukan sinkronisasi data kapanpun kamu butuhkan.
Satu hal yang terpenting dalam mengurangi risiko overselling adalah kondisi gudangmu. Apabila kondisi gudangmu tidak teratur, sistem secanggih dan audit serutin apapun akan menyulitkan kamu memperoleh data persediaan yang akurat.
Mulailah atur dulu persediaan barang yang ada di gudangmu. Dengan gudang yang tertata rapi, proses audit bisa lebih jelas, update persediaan pun lebih mudah!
Terjadinya overselling, apalagi secara berkepanjangan, bisa membuat pelanggan meragukan usahamu. Pastikan kelola persediaan barangmu dengan akurat dan kamu akan bisa menghindari overselling sekaligus memastikan pelangganmu tetap puas!