Figure Blog

Demand Volatility: Kondisi Permintaan Produk yang Naik Turun & Bagaimana Menghadapinya

3 Jul 2023

Ada beberapa hal yang abadi dalam dunia ekonomi dan bisnis, dan salah satunya adalah permintaan produk yang terus berubah-ubah.

Kondisi ini seringkali mengundang kejutan bagi para pengusaha yang tidak siap menghadapinya.

Kondisi ini dikenal dengan istilah lain: Demand volatility.

Mengenal Istilah Demand Volatility

Demand volatility merujuk kepada kondisi naik turunnya permintaan produk yang sulit diprediksi oleh suatu usaha.

Kondisi ini mesti jadi satu kondisi yang perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi aspek operasional, manajemen stok barang, sampai keuangan dan keuntungan usaha.

Dengan kondisi pasar yang semakin variatif dan pelanggan yang punya banyak pilihan, demand volatility lebih mungkin terjadi di masa depan.

Penyebab Utama Terjadinya Demand Volatility

Penyebab terbesar terjadinya permintaan produk yang naik turun adalah perubahan preferensi dan selera masyarakat akan suatu produk atau jasa.

Hal ini dapat disebabkan juga oleh berbagai hal, misalnya ada disrupsi pasar (Misalnya kehadiran Gojek yang mengubah pasar) sampai dengan kehadiran cara konsumsi produk baru (Misalnya ketika pandemi merebak sehingga membuat orang harus lebih banyak membeli produk secara online).

Efek Demand Volatility Buat Usaha Kamu

1. Stok Produk Berlebihan atau Kekurangan

Demand volatility yang tidak kamu antisipiasi akan berakibat pada dua kondisi: Stok produk yang berlebihan atau justru kekurangan.

Stok produk yang berlebihan biasanya akan disebabkan karena suatu usaha gagal atau tidak mengantisipasi potensi rendahnya permintaan produk dari pasar.

Sementara itu, sebaliknya, stok produk yang kekurangan biasanya disebabkan suatu usaha yang gagal atau tidak mengantisipasi lonjakan permintaan produk dari pasar.

2. Lebih Mudah Kehilangan Peluang

Perubahan permintaan pasar yang semakin cepat, kalau kamu gagal atau tidak mengantisipasinya, maka kamu akan gagal mencari solusi terbaik untuk melakukan pemasaran dan menyesuaikan harga untuk selera pasar.

Dampaknya, kamu akan mudah kehilangan peluang yang sebenarnya bisa membuat usaha kamu semakin untung.

Grafik Naik Turun Permintaan ProdukSumber: Freepik

Bisakah Kondisi Ini Diprediksi?

Walau demand volatility bisa hadir tanpa terduga, kondisi ini tetap bisa kamu prediksi dan antisipasi.

Untuk melakukannya, ada dua cara yang bisa kamu lakukan:

1. Coefficient of Variation

Coefficient of variation adalah metode yang memudahkan kamu untuk semakin akurat memprediksi permintaan pasar yang berubah-ubah.

Caranya? Dengan menggunakan rumus berikut:

Coefficient of VariationStandard Deviation / Mean

Standard deviation di sini berarti seberapa besar persebaran data dari data mean yang kamu punya.

Misalkan, penjualan mean atau rata-rata per minggu untuk produk sepatumu adalah Rp3,000,000. Sementara itu, standard deviation atau persebaran datanya adalah Rp1,200,000.

Hasilnya, kamu akan mendapatkan coefficient of variation sebesar 0.4.

Semakin rendah nilai coefficient of variation yang kamu punya, maka semakin akurat juga prediksi permintaan produk yang bisa kamu lakukan.

2. Scenario Planning

Scenario planning adalah sebuah cara yang mendorong kamu untuk membuat berbagai macam skenario untuk berbagai kondisi yang terkait dengan perubahan permintaan produk kamu.

Lewat scenario planning, kamu perlu mengantisipasi skenario kondisi di mana permintaan pasar akan naik drastis sampai turun drastis.

Dengan menciptakan berbagai skenario untuk permintaan produk di masa depan, kamu jadi bisa menyiapkan langkah pencegahan untuk setiap kondisi yang terjadi.

3 Cara Menghadapi Demand Volatility

1. Kerja Sama dengan Beragam Pemasok

Bergantung sama satu pemasok saja sama dengan bunuh diri.

Pasalnya, ketika permintaan produk naik secara drastis, kamu akan kesulitan untuk memenuhi permintaannya, terlebih lagi ketika stok barang sedang tidak tersedia cukup.

Untuk itu, selalu pastikan kamu bekerja sama dengan lebih dari satu pemasok yang punya kualitas yang tidak jauh berbeda dengan kualitas pemasok utama kamu. Selain untuk memenuhi permintaan, kamu juga bisa memastikan kualitas produk tetap konsisten.

2. Demand Forecasting

Demand froecasting adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui dengan lebih akurat tingkat permintaan produk kamu di masa depan.

Untuk menerapkan metode ini, kamu membutuhkan data penjualan secara historis dan real time sehingga kamu bisa mengetahui permintaan produk yang akan datang dari pelanggan.

Onstock sendiri menyediakan data real time dan historis di laporan penjualan yang dirancang lengkap dan detail! Kamu bisa memeriksa data penjualan secara real time dan historis. Alhasil, kamu jadi punya acuan untuk melakukan demand forecasting untuk usahamu. 

3. Terapkan Dynamic Pricing

Agar kamu lebih mudah merespon permintaan produk dari pasar dengan lebih mudah, dynamic pricing bisa menjadi cara alternatif untuk kamu terapkan.

Dengan dynamic pricing, kamu bisa melakukan penyesuaian harga dari produk kamu sesuai dengan permintaan yang pasar miliki.

Kesimpulan

Gejolak permintaan pasar memang tampak menyeramkan, dengan catatan kamu tidak benar-benar siap.

Namun, jika kamu siap dan sudah belajar menghadapinya, demand volatility bukan lagi jadi hal yang perlu kamu khawatirkan terus-menerus.

Contact Us